February 24, 2024

Pembukaan Silaturahim Nasional Ke-VI Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2023 di Ma’had Aly Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Balekambang Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh seluruh Mudir Ma’had Aly se-Indonesia dengan tema “Rekognisi, Afirmasi dan Fasilitasi: Refleksi Implementasi Undang-undang Pesantren dan Dana Abadi Pesantren”.

Turut hadir pula, Direktur PD Pontren Prof Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Drs. Nurul Huda, M.Ag, Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly, Kanwil Kemenag dan Bupati Jepara. Dihadiri pula,  Forkopinda Jepara dan Pengasuh Pesantren Kudus dan Jepara.

Kiai Nurdin Lubis mengisi sambutan atas nama pengasuh Ponpes Balekambang Jepara merasa senang dengan kehadiran mudir yang datang dari berbagai provinsi. “Semoga kedatangan para mudir menjadi berkah bagi pondok Balekambang dan mahasantri lebih semangat mengkaji hadis dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari-.” Tuturnya

KH. Nur Hannan, Lc., MA. sebagai ketua AMALI dalam sambutannya sangat berterima kasih kepada Kemenag RI karena diberikan beasiswa untuk bisa meneruskan jenjang S2 dan S3. “Kami sangat terbantu dengan bantuan Kemenag kepada Ma’had Aly dalam meningkatkan kualifikasi dosen Ma’had Aly, baik bantuan beasiswa atau bantuan lainnnya. Semoga dengan bantuan ini, dapat meningkatkan kualitas lembaga dan SDM dan bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.” Tuturnya.

Pengusungan tema silatnas ke VI ini didasarkan fakta bahwa UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan PMA No. 32 tentang Ma’had Aly belum sepenuhnya mengakomodasi lulusan Ma’had Aly untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi islam atau perguruan tinggi umum. “Seharusnya, UU dan PMA tersebut menjadi mandat sebagai pengakuan status lulusan dan perhatian pemerintah terhadap Ma’had Aly serta menghasilkan lulusan yang benar-benar tafaqquh fiddin” tambah kiai Hannan.

Sebagai Ketua Amali kedua, beliau menyampaikan, dosen Ma’had Aly sebetulnya sudah memenuhi standar kualifikasi keilmuan keislaman. Sehingga, hal ini menarik perguruan tinggi atau lembaga lain untuk merekrut dosen tersebut. Dalam hal ini, Kemenag perlu memberikan jaminan jenjang karir sebagaimana dosen perguruan tinggi islam atau umum lainnya. “ini agar dosen Ma’had Aly tidak pindah ke lain hati.” Tambahnya.

Acara ini dibuka oleh Bapak Waryono yang juga sempat mengisi orasi ilmiah. Setelah pembukaan, para mudir akan menghadiri halaqoh yang akan membahas dan merespon hasil bahtsul masail regulasi dan kurikulum yang telah dilaksanakan di empat Ma’had Aly di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *